Categories
Tak Berkategori

Pamer Teknologi dan Solusi Ind Pameran ILDEX Indonesia

Perhelatan akbar industri peternakan, International Livestock Dair y Meat Processing & Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2017 berlangsung pada 18- 20 Oktober 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sebanyak 9.109 pengunjung berkualitas dari 47 negara menyambangi gelaran dua tahunan ini untuk berinteraksi dengan 230 peserta pameran. Di antara mereka adalah 200 pembeli potensial internasional. ILDEX Indonesia ini dipercaya mendongkrak nilai pasar bisnis peralatan peternakan 10% menjadi US$13,8 juta.

Lebih Besar

Managing Director VNU Exhibitions Asia Pacific Co. Ltd. Nino Gruettke, pada pembukaan pameran mengata kan, “Perkembangan besar ILDEX Indo nesia tahun ini terlihat dalam hal ukuran dan jumlah peserta yang ber partisipasi. Jumlah peserta meningkat 38%. Beberapa perusahaan memper luas ukuran stannya sampai 52%.”

Komisaris Utama PT Permata Kreasi Media, Tri Hardiyanto, mitra penyelenggara VNU Asia Pacific, menam bah kan, ILDEX menampilkan tekno logi-teknologi variatif sehingga diharapkan kemajuan teknologi di bidang peternakan tersebut dapat diaplikasikan di Indonesia.

Pameran ini diresmikan Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasar an Hasil Peternakan, mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan. Dalam kesempatan ini, Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) membagikan “Indonesia Poultry Veterinary Award” (INPOVA).

Kategori Veteri nar y Business Management Award diberikan kepada Drh. Irawati Fari, Pres dir PT Novindo; Kategori Veterinary Poultry Health Scientist Award untuk Prof. Dr. Drh. Wayan Teguh Wiba wan, MS, dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB; dan Kategori Veterinary Poultr y Technical & Consultancy Award, dimenangi Drh. Eko Prasetyo dari Tri Group Bogor.

Ada pula ISPI Award 2017 untuk peternak atau organisasi pelestari plas ma nutfah. Dua peraihnya, yaitu Yudi Guntara Noor, Ketum Himpunan Pe ternak Domba dan Kambing Indo ne sia (HPDKI) dan Ade M. Zulkarnain, Ketum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli).

Sementara Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB mewisuda dan memberikan penghargaan Kinarya Satwasentosa kepada 12 peternak. Dan pada akhir pameran, penyelenggara menyerahkan award stan terbaik. Pemenangnya, JAPFA, Biochem, dan Ceva (The Best Performance), Ro min do, DSM, Big Dutch man (The Favorite Stand), Bred son, Gemilang, CJ (The Ins piring Stand), dan FAO sebagai The Most Unique Stand.

Perkembangan Terkini

Di samping melihat perkembangan teknologi mela lui pajangan berbagai produk di stan pameran, para pe ngunjung juga bisa meng ikuti isuisu terkini lewat se mi nar dan presentasi teknis. Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) dan Asosiasi Ke se hatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI) menggelar lokakarya “Model Rumah Potong Unggas Skala Kecil yang Higienis, Halal dan Berdaya Saing” pada hari kedua.

Menyongsong pelarangan antibiotik pemacu pertumbuhan (AGP) 1 Januari 2018, FAO dan Kementan mengetengahkan topik bahaya resistensi antibiotik. Sementara Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) menampilkan peluang bisnis itik. Dan Pinsar Petelur Nasional (PPN) membeberkan kendala bisnis yang dihadapi peternak saat ini. Para peserta pameran pun mengadakan seminar teknis seputar permasalahan peternak dan teknologi paling pas untuk menyelesaikannya.

Tentu saja mereka sekalian memperkenalkan produk-produk terba ru kepada peserta seminar yang no tabene pelanggan dan calon pelanggan. Pelarangan penggunaan AGP dan produk alternatifnya serta penyakit ternak dan cara mengatasinya dengan vaksin, obat-obatan, dan perbaikan manajemen termasuk tema favorit.

Tak ke tinggalan paparan tentang alat dan mesin baru yang menawarkan peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *